Pages

Jumat, 18 Desember 2009

Gerakan Civil Society Bentuk Protes Baru


Jakarta - Kasus Prita Mulyasari dan kriminalisasi terhadap Bibit-Chandra membuat publik gerah dengan proses hukum di Indonesia. Gerakan protes kini tidak hanya milik para aktivis dan tokoh politik, ibu-ibu pun 'turun tangan' untuk meminta keadilan. Bukan dengan demonstrasi, tapi dengan gerakan moral.

"Dibanding dengan demo, aksi gerakan moral atau civil society seperti pengumpulan koin untuk Prita lebih menyengat," kata pakar sosiolog UI, Imam Prasodjo saat berbincang lewat telepon, Jumat (18/12/2009) malam.

Menurut Imam, gerakan moral ini muncul karena ada kekesalan yang sudah menumpuk sejak lama terhadap tindakan para oknum penegak hukum. Lewat kejadian beruntun dalam kasus Bibit-Chandra, Prita, dan Emak Minah yang divonis karena mencuri kakao, kemarahan tersebut akhirnya mencapai puncaknya.

"Muncullah gerakan-gerakan civil society di Facebook, di jalanan, koin untuk Prita, bahkan sampai di acara khotbah Jumat," jelasnya.

Imam menilai gerakan tersebut cukup efektif dalam mengontrol perilaku para oknum penegak hukum. Dengan pantauan publik yang lebih kritis dan dibantu oleh media, para 'penjahat berseragam' akan berfikir dua kali sebelum melakukan aksinya.

Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan, Chandra Hamzah juga mengatakan hal senada. Dihentikannya kasus yang menimpanya, tidak terlepas dari peran para pelaku gerakan civil society baik di Facebook ataupun media lainnya. Untuk itu, ia juga berencana mempertahankan momentum ini untuk melakukan kampanye antikorupsi.

"Kita harus membuat komunitas-komunitas serupa dalam pemberantasan korupsi. Tidak hanya di Jakarta, tapi di daerah juga seperti mengawasi pemda atau pemkot," jelasnya usai peluncuran buku Bibit Samad Rianto, Rabu 16 Desember lalu.

Bibit Samad Rianto juga merasa terbantu dengan gerakan masyarakat yang terus mendukungnya. Saat ini, publik tidak bisa dibuat diam saat melihat ketidakadilan. Terlebih jika persoalan itu menyangkut hukum.

"Mungkin para pendukung itu juga pernah merasakan sakit hati yang saya rasakan. Makanya mereka mau mendukung," ucapnya pada wartawan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Support

Nyang baca si korannya koran myspace web counter
web counter code orang Lho!!