Pages

Senin, 14 Desember 2009

Alasan si Kecil Berbohong

Jakarta, Orangtua pasti menginginkan anaknya selalu berkata jujur, namun terkadang hal ini tidak semudah yang diharapkan. Karena ada 3 hal yang membuat seorang anak berbohong pada orangtuanya. Apa saja yang bikin si kecil berbohong?

Kejujuran merupakan salah satu karakter baik yang harus dimiliki oleh semua orang termasuk anak-anak. Dengan membiasakan diri untuk selalu berbuat jujur sejak dini, maka nantinya karakter baik ini akan terus terbawa hingga si anak beranjak dewasa.

Seperti dikutip dari Childparenting, Senin (14/12/2009) ada tiga hal yang membuat anak berbohong pada orangtuanya, yaitu:

Berbohong sebagai fantasi.
Ini biasa terjadi pada anak-anak yang masih sangat muda, anak-anak ini sangat mudah terpengaruh dengan apa yang dilihat dan didengarnya sehingga terkadang anak belum bisa membedakan mana yang kenyataan dan mana yang hanya imajinasi.

Bermain dengan cerita fantasi sebenarnya bukanlah suatu hal yang salah, tapi sebaiknya orangtua memberitahukan anak bahwa semua itu hanya 'pura-pura' atau tidak nyata. 'Bu aku tadi bisa terbang seperti superman," begitu contoh anak yang berbohong sebagai fantasi.

Berbohong untuk mengalihkan kesalahan.
Hampir semua anak pada titik tertentu mencoba untuk mengalihkan kesalahannya dengan berbohong. Anak yang lebih muda biasanya berbohong dengan menggunakan imajinasi yang buruk, sedangkan anak yang lebih tua lebih jago dalam hal mengarang cerita untuk menutupi kesalahnnya dan menghindari hukuman.

Emosi yang bekerja disini adalah rasa bersalah, kecemasan dan ketakutan. 'Itu kan pecahnya gara-gara kucing, jadi keramiknya hancur," jawab anak yang ngeles untuk menutupi kesalahanya.

Dorongan untuk berbohong.
Anak yang sering berbohong lama kelamaan bisa menjadi kebiasaan buruk, sehingga dibutuhkan penanganan yang lebih serius. Kebanyakan orangtua mulai belajar untuk mengenali sinyal-sinyal non-verbal yang ditunjukkan saat anak tersebut berbohong. "Bu aku pergi ke rumah Alex ada belajar kelompok," katanya padahal tujuannya ingin main.

Jika anak sering melakukan kebohongan, maka pendekatan yang terbaik adalah memberikan pengertian bahwa hal tersebut bukanlah sesuatu yang baik untuk dilakukan. Penjelasan secara lembut dan kata-kata positif yang diberikan akan membuat anak lebih mengerti bahwa hal yang dilakukannya adalah salah.

Namun, anak tetap harus diberikan konsekuensi atas kebohongan yang dilakukannya. Orangtua bisa memberikan konsekuensi yang sesuai dengan tingkat kebohongan yang dilakukan si anak.

Satu hal yang pasti jangan memarahi anak dengan suara yang keras atau berteriak ketika anak berbohong dan pastikan anak tahu bahwa berbohong bukanlah pilihan terbaik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Support

Nyang baca si korannya koran myspace web counter
web counter code orang Lho!!